Posted by: An~Nur Hidayah | October 12, 2008

True Love

Langit begitu cerah,secerah suasana hati seorang gadis berjilbab yg sedang duduk termenung di kamarnya.gadis itu bernama afifah.afifah seorang karyawati di salah satu perusahaan software developer sebagai seorang analisis.
“tut..tut…”, suara nada sms HP afifah.1 sms masuk,segera ia raih HP nya dan dibuka sms dari khalil.
“askum.wr.wb ya ukhti, gmn kabarnya? smoga Allah selalu memberkahimu”(isi sms khalil).
afifah pun membalas sms itu,
“wa’alaikumsalm..alhamdulillah sy baik2 saja.ada apa? maaf kok tiba2 sms.” send,yapz sms pun terkirim. tak berapa lama sms balasan dari khalil masuk.
“maaf ya ukhti,tidak apa2 sy cmn khawatir saja.ada perasaan tidak enak.ya alhamdulillah klo ukhti baik2 saja.kpn2 qt sambung,sy mau brngkat dulu.wass”
afifah pun bersiap-siap untuk berangkat ke kantor.hari ini ia berangkat agak siang,ya biasalah ahri sabtu agak nyantai. Khalil adalah tunangan afifah.mereka telah bertunangan kurang lebih 2 tahun yg lalu. Setelah pertunangan itu khalil d tugaskan kantornya mengurusi cabang di jepang. sejak itu mereka tak pernah bertemu.mereka bertemu saat masih satu tempat kerja dulu,tak ada istilah pacaran atau apa.Dulu keduanya adalah sahabat dekat, karena terbiasa itu tanpa d sadari khalil pun menyukai dan mengagumi afifah.Ia tahu betul afifah selalu meminta pertimbangan apapun kepada kedua rang tuanya. Akhirnya, dia pun lansung mengkhitbah afifah kepada kedua orangtuanya. karena orang tua afifah sudah cukup kenal khalil,beliau pun menerima.
“waah..alhamdulillah nak,bapak sama ibu sih setuju saja.tapi bagaimanapun afif yang menjalani.biar nanti kami tanyakan dia dulu” kata bapak afifah saat itu.

Malam itu d ruang makan keluarga afifah, bapak afifah pun segera mananyakan perihal lamaran khalil.
“fif, tadi khalil kesini.” ayah afifah memulai pembicaraan
“hmmm..khalil kesini,ada apa yah?”, tanya afifah.
“tapi kamu jangan kaget ya fif!!”.jawab ayahnya.
“iya yah.kayaknya ada yg serius…kn khalil juga sering main ke rumah yah.” sahut afifah.
“iyaaa…gini fif,tadi khalil kesini karena ia bermaksud melamar kmu ke ayah ma ibu”, ungkap sang ayah.
“apa yah!!!”,afifah pun terkejut.
“tenang fif,sekarang ayah ma ibu serahkan ke kamu”, sahut ibunya.
afifah hanya terdiam mendengar apa yang baru saja d sampaikan orang tuanya. akhirnya dia pun memutuskan untuk sholat istikharah.
keesok harinya,ia pun bertemu dengan khalil.tak seperti biasanya, afifah hanya tersenyum dan mengucap salam kepada khalil.kemudian berlalu menuju ruangannya.
khalil sempat bingung,”ada apa nich anak?? gk kayak biasanya”, gumamnya dalam hati.sesaat kemudian ia sadar, “apa mungkin ayahnya sudah bilang ke dia soal lamaranku’ pikir khalil. “ah sudalah,nanti saja aq tanya afif”.ia pun mulai larut dengan pekerjaannnya.
Jam menunjukkan pukul 17.00 wktu pulang tiba. para karyawan mulai satu persatu meninggalkan kantor.
“fif…”, panggil khalil kepada afifah. “iya ada apa??”,sahut afifah.
“bisa kita ngobrol bentar..??”,tanya khalil. “hmm..baiklah”,jawab afifah.
afifah lebih banyak menunduk, ia tak berani menatap lansung wajah khalil.karena yg ia rasakan sekrang beda.bukan lagi khalil sahabatnya yg lucu dan baik,yg biasa bercanda dengannya. melainkkan seseorang yg telah melamarnya kepada ayah ibunya.
“fif..hmm,lansung aj yach, apa orang tuamu sudah bilang kepadamu tentang maksud kedatangnku ke rumahmu kemarin??”,tanya khalil memulai pembicaraan.
“iya..sudah!!!”,jawab singkat afifah.
“lalu..bagaimana?” tanya khalil.
“hmmm..aku masih ragu,lil.bisakah kau beri waktu aku tuk memutuskan ini??”
“baiklah fif,aku tahu mungkin kau cukup kaget dengan ini tapi itu yg ku rasakan beberapa bulan terakhir ini.” ucap khalil.
“trima kasih lil,maaf aq pulang dulu keburu maghrib.”
“iya..hati2!!!kau d jemput kakakmu?”
“iya, itu kakakku sudah menunggu.assalamu’alaikum”,ucap ani sambil berlalu meninggalkan khalil.
“wa’alaikumslam”.jawab khalil.
sejak kejadian itu jarang sekali terlihat canda tawa khalil dan afifah ketika makan siang seprti sebelum2nya. keduanya lebih menjaga jarak. 1 minggu pun berlalu,dan selama itu pula khalil tak melihat afifah d kantornya.mreka hanya hubungan lewat hp.
“nis, kalo boleh tahu,aq kok gk lihat afifah ya?”,tanya khalil kepda tmn seruangn afifah.
“lo gimana sich,kmu kn sahabatnya masak gk tahu?”,jawab nisa.
“lo..mang afifah kemana?bnr aq gk tahu!!, jawab khalil terkejut.
“afif sudah 3 hari lalu mengundurkan diri!!!”,ja
“apa???kok dia gk bilang aq ya!!!, gerutu si khalil.
nisa hanya mangangkat bahunya melihat reaksi khalil. khalil pun kembali ke tempat kerjanya.ia tak bisa konsen lagi ke kerjaannya.
Jam makan siang pun tiba, suara azdan dhuhur berkumandang. Ia pun bergegas mengambil air wudhu dan melaksanakan shola dhuhur. Seusai sholat biasanya ia makan siang,tapi tidak kali ini. Hatinya masih resah dan bertanya-tanya apa yang terjadi dgn afifah. “ah..aq sms saja afif”,gumamnya dalam hati
“Askum. fif maaf klo gnggu, hri ni q dngr kbr u mngundurkn diri.btw knp?”..
kahlil pun melayang sms itu ke afifah. tak berapa lama kemudian sms balasan afifah pun di terimanya.
“wa’alikmslm. maaf aq lil tdk memberi tahumu. untuk alasannya knp?klo bs kau datang saja k rumahq.”
khalil pun menjawab sms itu singkat. “baiklah fif,insya allah mungkin minggu aku k rumahmu.”
“ah syukurlah!! Ya Robb apapun itu alasan afif,ku tahu itu jg dari-Mu “(katanya dalam hati).
hari minggu pun tiba, pagi-pagi khalil sudah bangun dan terlihat membersihkan kosnya.padahal biasanya kalo libur dia tidur lagi.biasalah anak muda.tapi tidak untuk kali ini,karena jam 8 nanti ia sudah berencana main ke rumah afifah. setelah selsai bersih ia pun mandi. tak ada yg istimewa dia brdandan ala kadarnya seperti biasa.
“Bismillahi tawakaltu’alallah..” ia berdo’a sebelum berangkat. ia pun meluncur ke rumah afifah dengan motor kesayangannya itu.
kira 1/2 jam ia pun sampai d rumah sederhana namun terlihat asri dan nyaman.yapz..itulah rumah afifah. ia pun segera turun dari motornya dan memencet bel.Selang tak berapa lama tampak ayah afifah keluar dari rumah.
“eh..nak khalil,mari masuk..masuk” kata ayah afifah sambil membuka kan pagar. khalil pun menghampiri laki-laki tua itu dan mencium tangannya.kemudian khalil pun mermakir motor d halaman rumah afifah. kemudian ia mengkuti ayah afifah ke dalam rumah.
“gimana kabarnya nak??” tanya ayah afifah sambil mempersilahkan duduk.
“alhamdulillah baik pak.” jawab khalil.
“eh nak khalil to? sudah sarapan?sarapan bareng yuuk!!”,sapa ibu afifah dr ruang tengah.
“iya bu,terima ksih”.jawab khalil dengan senyum.
“ayolah nak khalil,kayak baru kenal aja.nggak usah malu2”, celetuk sang ayah dengan menggandeng tangan khalil menuju ruang makan. khalil hanya tersipu -spu malu. dia sendiri tak tahu mengapa,rasanya semua berubah ketika dia berani melamar afifah kepada orang tuanya. semua anggota keluarga afifah sudah berkumpul di meja makan termasuk pula afifah yang dari tadi hanya bisa menunduk tak berani menatap khalil. sarapan pun dimulai.
beberapa menit kemudian sarapan pun selsai, afifah dan ibunya sibuk membersihkan meja makan.sedangkan khalil dan ayahnya menuju ke ruang tengah.
“Maaf pak,bleh tahu kenapa afifah memutuskan pindah kantor?” khalil pun memberanikan diri bertanya kepada ayah afifah.
“ooh soal itu, nak khalil tanya lansung saja sama afif biar lebih enak.” jawab ayah
“baiklah pak!!”
“fif, kalo sudah selsai segera ke depan ya!!!” teriak sang ayah kepada afifah.
tak berapa lama kemudian afifah pun keluar.
“sini fif,duduk sebelah ayah..” perintah ayah kepada afifah.
“seudah sekrang kalian bicara dulu brdua,ayah ke belakang sebentar.oh ya jgn dekat2 duduknya!!” ucap ayah sambil tersenyum dan belalu meninggalkan keduanya.
“fif..maaf, ada apa sebenanrnya” khalil pun memulai pembicaraan.
“maafkn aku lil,kalo q minggu ini menghindarimu.bahkan aku pindah kantor tak memberi tahumu.” jawab afifah.
“iya tak apa,tapi bisakh kau jelaskan kepadaku alasannya?” pinta khalil.
afifah terdiam sejenak dan menarik nafas dalam, ia pun menjawab pertanyaan khalil.
“aku menghidarimu karena aku ingin kita saling menjaga hati dan sikap saja.n q butuh waktu untuk menjawab lamaran mu itu.setelah ku istikharah beberapa kali….” afifah terdiam sejenak. dada khalil berdegup kencang, antara penasaran dan takut d tolak afifah. “iya bagaimana?” potong khalil.
“hmmm…Alhamdulillah, aku yakin padamu lil.insya allah” jawab afifah dengan muka merah padam. mendengar jawaban afifah itu khalil serasa melayang. ia benar-benar bahagia.
“Alhamdulillah ya Robb, semoga keputusan ini di ridhoi-Nya, fif.terima kasih”. ucap khalil dengan senyum merekah d wajahnya.
“aamiin..Ya Robb”,sahut afifah. tak berapa lama kemudian ayah dan ibu afifah datang.
“bagaimana???”, tanya ayah afifah.
“alhamdulillah pak!!” jawab khalil. mendengar jawabn khalil orang tua afifah sudah paham betul maksudnya.
“ya sudah,kau bilang pada orang tuamu lil..” ucap ayah afifah.
“baik pak!!’.
2 minggu pun berlalu.sabtu tanggal02 desember 2003 afifah dan khalil pun resmi bertunangan. setelah itu mereka jarang bertemu,bertemu pun itu di rumah afifah.yaa..untuk menjaga hati,sikap dan pandangan keduanya.
seminggu setelah pertunangan khalil memndapat surat tugas dr kantornya bahwa ia d tugaskan mengurusi kantor cabang di jepang.Deangan berat hati ia pun, menemui afifah.
“fif, aku harus bagaimana?” tanya khalil kepada afifah.
“aku tak apa2 lil, ini mungkin memang sudah rencana tuhan.aku percaya padamu.sekarang kembali kan saja kepada diri kita, tuhan menguji kesetiaan dan kepercayaan masing dari kita.percayalah “. afifah mencoba menenangkan khalil yg terlihat sangat kacau.
“iya..aq kn menjaga kepercayaan mu fif,ku harap kau juga”. jawab khalil dengan mata berkaca-kaca.ia berusaha tegar.
akhirnya khalil pun terbang ke jepang.
ya itulah singkat cerita awal pertunangan mereka.
******
afifah telah tampak rapi, ia pun ke garasi rumah mengeluarkan motornya kemudian memanasinya.
“kau tak sarapan dulu fif?”, tanya ibunya.
“afif buru-buru bu,maaf. assalamu’alaikum”,jawab afifah sembari menciup tangan ibunya. “wa’alaikumsalam,hati-hati fif”.
hari itu jalanan cukup macet, afif mengendarai motornya dengan kecepatan sedang. saat ia melewati pertigaan, dari arah sampingnya melaju panther dengan kecepatan tinggi. “braakkkkk…” suara seprti hantaman keras.
dari jarak kira-kira 100m tergelatak seorang gadis berjilbab.yapz….dia afifah. oranng -orang pun segera melarikan afifah ke rumah sakit terdekat. sedangkan mobil panther itu sedang di urus polisi. Polisi menghubungi kantor tempat afifah bekerja agar menyampaikan kepada keluarga afifah.
kring..kring…dering telepon rumah afifah. ibu afifah pun segera mengankat telepon itu.
“assalamu’alaikum”.salam ibu afifah.dari seberang telepon punmnjawab
“wa’alaikumsalm,maaf ini sapa”
“ini mira bu,teman kantor afif.”
“oooh..nak mira,ada apa ya?” ibu afifah mulai tampak panik.
“sabar bu…afifah sekarang d rumah sakit hidayah,afif kecelakaan bu.”
mendengar jawaban mira ibu afif hanya diam dan lemas.
“Innalillahi wa’inna ilaihi raji’un…ya RObb” ucap sang ibu.
tak beberapa lama kemudian keluarga afifah pun tiba di rumah sakit. semuanya hanya bisa menangis melihat kondisi afifah yg tergolek lemah tak sadarkan diri di atas ranjang rumah sakit dengan infus d tangannya.
“maaf bisa berbicara dengan orang tua saudari afifah?” tanya seorang dokter.
“ya saya dokter” jawab ayah afifah.
ayah dan ibu afifah pun mengkuti dokter menuju ruangannya.dokter pun mempersilahkan orang tua afifah duduk.
“dok bagaimana kedaan ank say dok?”, tanya ibu afifah cemas.
“bapak dan ibu yg sabar,serahkan semua kepada Allah. saudari afifah bisa sembuh tapiii….” dokter menghentikan ucapannya.
“tapi, kenapa dok?”, tanya ayah afifah dengan kekhawatiran yg memuncak.
“benterun di kepala afifah,menyebabkan gangguan d salah satu syarafnya.ini mengakibatkan saudari afifah kemungkinan tidak bisa bicara.” jelas dokter.
bagai d sambar petir mendengar pernytaan dokter itu.ayah dan ibu afifah hanya bisa diam dan menangis. mereka pun kembali ke kamar afifah.
sudah hampir 5 jam afifah tak juga sadar. ibunya pun membisikan sholaway d telinga afifah terus-menerus. beberapa menit kemudian. berlahan afifah mulai membuka matanya. ia melihat orang-orang di sekililingnya menangis.
“fif kau sudah sadar,alhamdulillah!!” ucapa ibu sembari menciumwajah putrinya itu.
tampak mulut afifah bergerak-gerak seakan mau mengucapkan sesuatu. tapi afifa merasa sangat berat sekali.
“nak..allah menyayangimu, allah mengambil suarumu nak!!” ibu afifah coba menenangkan putrinya. air mata pun menetes dari mata afifah.
“Ya Robb…kenapa?tidak..tidak..tidak mungkin”,keluh afifah dalam hati.
tapi sekuat tenaga ia mencoba berteriak,tapi tak satu pun suara terdengar dari mulut afifah.ia hanya menangis..dan mengucapakn istighfr dalam hatinya. keluarganya menagis melihat keadaan afifah.
3 hari kemudian afifah pun d bawa pulang, ia lebih banyak murung dan sedikit sekali ia makan.tapi ibunya dengan sabar merawat afifah,di bacakan al qur’an setiap hari untuk menenangkan afifah.
“fif tak baik,engkau seperti itu.Allah tak suka kepada orang yg berputus asa!!” ucap ibunya mencoba menghibur putrinya. sedangkan di sisi lain khalil yg sejak kemarin sms ke afifah tak d jawab-jawab juga.
“ada apa sebenernya?..kenapa afif tak mau memblas smsq,bahkan di telepon saja sulit sekali,berkali-kali tdk aktif” gumam khalil yg merasakn firasat tak baik.
1 minggu pun berlalu. afifah sudah mulai tampak tegar dan ceria.ia mulai bisa menerima keadaan nya sekrang. “ingatkah engkau kepada embu pagi bersahaja….” nada irngtone hp afifah berbunyi. di raih HP nya,tampak d layar HP nya Khalil. tak terasa air mata membahasi pipinya,ia tak tahu harus berbuat apa.akhirnya ia pun mereject panggilan itu. ia pun menangis tersedu-sedu.
fif ada apa? tanya ayahnya kaget melihat putrinya itu.afifah pun memeluk ayahnya dan menangis d bahu ayahnya. ayahnya hanya diam dan memebiarkan purtinya sampai tenang dulu.
sejenak kemudian afifah pun melepaskan pelukkannya kepada ayahnya.ia mengambil secarik kertas dan mulai menulis.
“yah..tolong bilang kepada khalil,untuk mencari pendamping hidup yg lain.”
di berikan kertas itu kepada ayahnya. air mata terus mengalir dari mati afifah, dengan berat hati ia mengambil keputusan itu. begitu pula ayahnya setelah membaca tulisan putri bungsunya itu. kembali ia peluk erat-erat putrinya itu ,”sabar ya nduk!!!”,bisik sang ayah.
langit mendung menyelumuti kota tokyo sore itu. semendung hati khalil kala itu. wajahnya tampak kusut, sudah hampir ada setengah jam ia melamun di dekat jendela kamarnya. “kring…kring..kring” dering HP nya pun membuyarkan lamunannya.segera d raih HP nya. “ayah afif!!!”,gumamnya dalam hati segera ia tekan answer.
“assalamu’alaikum”..salam ayah afif.
“wa’alaikumsalam”, jawab khalil.
“nak khalil, bagaimana kabarnya?”
“alhamdulillah baik yah.maaf ada apa yah?”,tanya khalil yg mulai penasaran. perasaannya makin kacau.
“sebelumnya ayah minta maaf nak, ayah terpaksa harus mengatakan ini”, kata ayah afif. sejenak kemudian ayah afif melanjutkan perkataannya.
“pesan afif,lupakan afifah, carilah wanita lain yg lebih bisa membahagiakanmu lil!!!” tampak suara ayah afif yg mulai agaka serak. sedangkan khalil hanya diam seribu bahasa. badannya terasa lemas hatinya hancur, tak terasa butiran air mata pun jatuh membasahi pipinya. Dengan sedikit terbata-bata ia pun mulai berbicara .
“ke..kenapa yah?? afif sudah menemukan orang lain?”
“tidak nak,tak ada apa2.mungkin afif memang bukan jodohmu”. jawab sang ayah.
“maafkan afif lil,smoga allah selalu memberkahimu.wassalamu’alaikum’. salam ayah.”tut..tut..tut..” suara telepon dari ayah yg telah terputus.
“wa’alaikumsalam”,jawab khalil pelan.ia hanya diam,air mata pun terus mengalir dari matanya.”ada apa ini??? kenapa Tuhan??/” gumamnya dalam hati.
singkat cerita>>>>
setelah beberapa hari semenjak telepon dari ayah afif, akhirnya khalil tahu penyebabnya.itu pun ia ketahui dari orang tuanya. berkali-kali ia mencoba menghubungi nomor afifah,nomor orangtua afifah,nomor rumah semua tidak bisa. “Ya Robb,benarkah semua sudah berakhir?? aku hanya minta terbaik atas semua ini..”, gumamnya.
sedangkan di sisi lain afifah tampak lebih menikmati hidupnya yang sekarang. ia sekarang tinggal d sebuah yayasan tuna wicara, selain untuk belajar berkomunikasi dengan orang-orang senasibnya, ia juga ingin melupakan semua kenangannya dengan orang yg sebenarnya masih sangat ia sayangi (khalil). Sudah 2 bulan lebih ia disana,ia mulai bisa berkomunikasi dengan orang lain dengan bahasa isyarat atau gerakan tangan dan tubuhnya. senyum manis selalu mengembang d wajahnya. “alhamdulillah..ya Robb!!!” cetusnya sambil mengemasi barang-barangnya, karena hari ni ia akan kembali berkumpul dengan keluarganya.
hampir ada 2 tahun lebih sejak kejadian kecelakaan yang merenggut suara afifah pun berlalu. khalil pun telah kembali ke indonesia kira sudah 1 tahun lalu. tapi sejak pemutusan pertunangan itu,tak ada komunikasi pun antara keluarga afifah dan khalil.
sinar matahari pagi menembus ruang kamar afifah.di sudut meja belajar afifah tampak kalender dan sebuah lingkaran kecil berbentuk love melingkari hari itu. sedang d sampingnya afifah yang sibuk sedang mengetik artikel. sesaat kemudian ia melirik kalender itu dan tersenyum. “selamat ulang tahun khalil,semoga allah selalu menjagamu..aamiin”,gumamnya dalam hati. ia memang lebih tegar dan mengikhlaskan semuanya.
ting..tong!! suara bel rumahnya berbunyi. afif segara melangkah menuju pintu untuk melihat siapa yg datang. di tariknya ganggang pintu rumahnya pelan.pintu pun terbuka, betapa terkejut afifah melihat sosok yg ada didepan rumahnya itu.
tak terasa butiran air mata menetes dari mata afifah,ia brjalan mundur pelan,ia pun duduk diam di ruang tamu. ia hanya menunduk dan menangis.
“siapa fif yang datang??” ,teriak sang ibu sambil berjalan ke ruang tamu.
“khalil…”, celetuk sang ibu yg terkejut melihat sosok yg datang d rumahnya.sang ibu hanya diam dan bengong melihat khalil.
khalil pun berjalan menghampiri afifah,dan ia duduk d depan afifah kemudian berjongkok. ia mulai menggerak-gerakkan tangannya seperti bahasa isyarat.tampak air mata makin mengalir deras dari mata afifah, ia tahu betul maksud dari setiap gerakkan tangan khalil.
khalil mengatkan,”aku masih mencintaimu,maafkan aku karena selama ini tak ada kabar,aku menghilang 1 tahun ini untuk belajar bahasa seperti bahasamu sekarang.maukah kau menikah denganku?”
ya begitulah yg d maksud khalil. afifah hanya diam tertunduk dan kemudian ia mulai berkata dengan gerakan tanganya. “aku juga masih mencintaimu.” khalil pun tersenyum melihat jawaban afifah itu. khalil pun segera membicarakan alasan dan maksud kedatangannya. ayah dan ibu afifah benar2 tak menyangka kalau khalil selama ini menghilang tanpa kabar untuk belajar bahasa isyarat, dan lebih mengejutkan lagi ia bermaksud meminang putri bungsunya itu.
singkat cerita>>>>
setelah semua di bicarakan dan diskusikan antara kedua belah pihak, akhirnya khalil dan afifah akan menikah pada akhir minggu ni.tepatnya tanggal 08 agustus 2008. dan mereka pun hidup bahagia.


NB: di ilhami dari kisah nyata,dengan sedikit tambahan.

ni cerpen pertamaku dengan bahasa yg cukup hancur atau malah hancur banget ya???hehehe..silhakan kritik dan sarannya


Responses

  1. hehe.. lucu, dan merekapun hidup bahagia..

    my answer……
    wewkewkewkewkwek…habis na bingung ka mo pke kata2 apa.n dh males..jd d ambil singkat na aja.hehe


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: